Beberapa waktu yang lalu, saya mengirim email ke teman saya. Ini isi pertanyaan saya :
Kamu waktu mau menikah dulu ada perasaan apa ?
Karena aku kadang bertanya2, sanggup gak ya…???
jadi kepala keluarga itu gimana ??
apa yg harus aku siapin ??
Karena aku kadang bertanya2, sanggup gak ya…???
jadi kepala keluarga itu gimana ??
apa yg harus aku siapin ??
Teman saya menjawab :
Terus terang pas mau nikah perasaanku gembira ria, happy, tidak sabar, dsb..
Menikah dan berkeluarga adalah hal yang aku tunggu-tunggu. Jadi itulah kenapa perasaan positif pas mau menikah...
Menikah dan berkeluarga adalah hal yang aku tunggu-tunggu. Jadi itulah kenapa perasaan positif pas mau menikah...
Sejak umur 17 aku sudah tidak punya keluarga yang utuh.. jadi ya kepinginnya cuman berkeluarga (maksudnya, orang tuanya meninggal di kisaran usia itu). kadang-kadang hal seperti itu kita lupakan (kurang disyukuri) kalau kondisinya normal-normal aja. baru kebingungan dan kepikiran jika sudah kehilangan... Makanya cita-citaku gak muluk-muluk. Lulus, kerja dan menikah (berkeluarga). Lain-lainnya nanti mengikuti...
Beberapa orang mungkin kepingin berkarir dulu, cari kerja di kota lain, dll.. Kalo aku cuma kepingin "pulang ke rumah"...
Sanggup gak ya?
Kondisimu sekarang jauh lebih mapan daripada aku pas nikah dulu. Kamu sudah punya rumah, punya tabungan, kalian berdua berpenghasilan...
Sanggup gak ya?
Cepat atau lambat kamu pasti kepingin menikah..
Sekarang terserah kamu, menikah sekarang atau mikir-mikir dulu meskipun akhirnya nanti juga menikah...
Berpikir itu memang perlu. Tapi saranku berpikirlah untuk mengantisipasi apa yang nantinya akan dihadapi, jangan berpikir tentang sesuatu yang menyebabkan seseorang tidak jadi/tidak perlu menikah...
Apa yang perlu disiapkan? Selain finansial (kamu sudah cukup modal) juga keinginan/niat...
Jadi kepala keluarga itu bagaimana?
Aku pernah jadi bujangan. Ternyata bujangan itu gak enak...
Apa enaknya berangkat kerja gak ada yang dipamiti atau nganterin...
Apa enaknya pulang kerja gak ada siapa-siapa...
Beberapa orang mungkin kepingin berkarir dulu, cari kerja di kota lain, dll.. Kalo aku cuma kepingin "pulang ke rumah"...
Sanggup gak ya?
Kondisimu sekarang jauh lebih mapan daripada aku pas nikah dulu. Kamu sudah punya rumah, punya tabungan, kalian berdua berpenghasilan...
Sanggup gak ya?
Cepat atau lambat kamu pasti kepingin menikah..
Sekarang terserah kamu, menikah sekarang atau mikir-mikir dulu meskipun akhirnya nanti juga menikah...
Berpikir itu memang perlu. Tapi saranku berpikirlah untuk mengantisipasi apa yang nantinya akan dihadapi, jangan berpikir tentang sesuatu yang menyebabkan seseorang tidak jadi/tidak perlu menikah...
Apa yang perlu disiapkan? Selain finansial (kamu sudah cukup modal) juga keinginan/niat...
Jadi kepala keluarga itu bagaimana?
Aku pernah jadi bujangan. Ternyata bujangan itu gak enak...
Apa enaknya berangkat kerja gak ada yang dipamiti atau nganterin...
Apa enaknya pulang kerja gak ada siapa-siapa...
Apa enaknya di rumah tengak-tenguk (clingukan) gak ada anak yang diajak main-main..
Saya langsung terdiam. Berulang-ulang saya baca emailnya, saya perhatikan dengan seksama, saya pahami frasa yang tertulis didalamnya, karena saya tak ingin kehilangan satu pun makna didalamnya.
Saya pun sadar. Hidup itu adalah kesiapan. Berkeluarga adalah hal yang indah, tidak perlu menimbulkan kecemasan. Kesiapan hanya kita yang tahu, karena ketika kita memutuskan untuk menikah maka berarti kita percaya bahwa diri kita "SIAP". Siap untuk mengantisipasi apa yang nanti dihadapi, mengatur antara emosi dan logika. That's the point!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar