Rabu, 20 Mei 2009

Batam-Papua? Jauh, tapi...


Saya baru saja menyelesaikan percakapan panjang (setidaknya mengisi setengah hari waktu kerja saya) melalui email. Teman saya tersebut seorang gadis (bukan mawar namanya, ups!) yang sekarang bekerja di Batam.

Beberapa waktu lalu, dia bercerita bahwa dia sudah memiliki pasangan, tapi masih belum mau mengungkapkan siapa identitas pria tersebut. Hanya saja, dia menjelaskan bahwa orang tersebut berasal dari Jawa Timur. Pada waktu itu dia berkata bahwa dia sudah sangat cocok sekali dengan pria tersebut dan berencana "sesuatu" (mungkin menikah) bulan september 2009.

Tapi baru hari ini dia bercerita kembali bahwa, oh, udah gak lagi (gak berhubungan spesial lagi maksudnya). Dengan alasan klasik "belum berjodoh".

Saya tertegun.
Sebenarnya jodoh itu untuk siapa dan oleh siapa sih ?.

Yang terlintas dibenak saya, dia sudah menginjak 26 tahun untuk ukuran seorang wanita. Bukan apa - apa sih. Hanya saja muncul ketakutan dibenak saya, bahwa semakin mandiri seorang wanita maka semakin dia tidak membutuhkan pendamping hidup.

Bukan justifikasi, melainkan kekhawatiran atas beberapa kemungkinan dan analisa pribadi.
(ups, apaan tuh!)

Analisa sederhana saya tentang wanita modern begini...
Yang pertama,
Kondisi wanita yang memiliki penghasilan, cenderung menjadi wanita mandiri. Wanita yang bisa melakukan semuanya sendiri.
Yang kedua,
Wanita = MultiTasking Person (memang tak diragukan lagi karena banyak ahli berkata demikian)

Apa yang terjadi jika :
Wanita Mandiri + MultiTasking Person = Superwoman

Superwoman, memang hebat. She can do it all alone, by herself !!.
If so, does she need a partner in life?. Probably no, cos she can do everything alone…
She can buy a house, car, has a great position, adopt a baby (and she grow the baby up alone)…
does she need a man ?? for love ??? no exactly, cos she has many friends who love her…
Ya kan ????

Insight yang saya dapatkan dari pembicaraan ini adalah Komitmen.

Pada dasarnya hidup berpasangan itu sangat membutuhkan komitmen. Ketika dua orang memiliki tujuan hidup yang berbeda, satu ke Batam satu ke Papua, dan ada komitmen untuk tetap bersama, maka ada banyak cara untuk mencapai tujuan bersama tersebut. Bisa aja ke Papua dulu, bisa aja ke Batam dulu, bisa aja cuma ke Batam trus gak jadi ke Papua (karena ombak tinggi), atau bisa juga cukup ke Makassar aja (karena mungkin disana tengah - tengahnya Batam dan Papua).

Intinya komitmen. Komitmen untuk selalu bersama.

However, Man needs Woman. And vice versa. Dalam kondisi apapun, ada hal yang pasti pria tidak bisa, dan ada hal yang wanita tidak bisa, begitu sebaliknya (contoh ekstrimnya, adalah adanya sperma dan sel telur). Dan keturunan adalah tujuan yang paling Akhir untuk sebuah hubungan.

Just Find What should be Yours !
(mohon maaf apabila ada kesamaan Tokoh dan Karakter, semata - mata hanya untuk kepentingan pemikiran semata. Karena saya pun juga punya banyak teman di Batam dan Papua)

Tidak ada komentar: