Minggu, 26 April 2009

Love your job...

Dulu sempat iri, karena rekan kerja ku dapat tawaran promosi jabatan, dengan alasan kebutuhan perusahaan di operasional lapangan, dan dengan iming-iming penyesuaian penghasilan bulanan dan berbagai macam bonus.
Tapi minggu lalu, tepatnya tanggal 23, aku mendapatkan penawaran itu. Aku menghadapi sebuah dilema besar!

Satu hal yang patut dicatat dalam sejarah. Adalah prestasiku di bidang Marketing Research dianggap diatas rata-rata, sehingga sang atasan berani merekomendasikanku untuk terjun di operasional lapangan, sebagai Team Leader.

Tantangan ?, memang!. Tapi banyak yang harus dipertimbangkan.
Sisi pertama :
Untuk urusan karir, memang, operasional memiliki peranan besar. Karena kita lebih banyak bekerja dalam hal koordinasi dan eksekusi lapangan. Sehingga, banyak karyawan memilih "jalan" ini untuk mencapai target karir, tentunya dengan fasilitas-fasilitas yang diatas rata-rata.
Sisi kedua :
Yang perlu menjadi perhatian adalah bagi yang tidak terbiasa hidup di lapangan, pasti akan susah menyesuaikan diri, khususnya keluar dari Comfort Zone, dimana sebagai staff kantoran sepertiku akan lebih memilih sesuatu yang relatif stabil. Karena hidup di lapangan bukanlah hal yang mudah. Butuh stamina prima, butuh kecepatan dalam pengambilan keputusan. Dengan kata lain, fisik dan pikiran harus siap.
Sisi ketiga :
Dengan stress yang lebih tinggi, perlu "biaya-biaya" untuk menghilangkan stress tersebut. Maka secara otomatis membutuhkan alokasi biaya baru, yakni biaya entertainment (yah, buat ngilangin stress ato penat kerja)
Sisi keempat :
Keluarga adalah teman hidup kita. Kita bekerja untuk menghidupi keluarga, untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga. Seyogyanya, keluarga adalah pertimbangan utama dalam memilih jenis pekerjaan. Karena, sebagai orang lapangan, hampir sebagian besar waktu kerja dihabiskan di lapangan, dan waktu kerja pun berbah, 5 days work to 6 days work, belum lagi kalau ada aktifitas promosi yang dilaksanakan diluar aktifitas rutin harian, semisal event musik dan sebagainya. Sisi ini pun kini jadi perhatian khususku. Yap, karena aku akan menikah dalam waktu dekat.

Lalu, kuputuskan. Kuputuskan untuk meninggalkan kesempatan ini, meski kutahu kecil kemungkinannya untuk datang kesempatan kedua.
Pertama, aku mencintai Research!. Aku suka meneliti sesuatu, menentukan metode baru seperti yang sekarang ini aku purpose-kan, aku suka menganalisa, dan aku suka membuat report tentang temuan-temuan yang berguna bagi semua orang dan men-share untuk kebaikan manajemen. Bagiku, sekarang, karir bukanlah di operasional. Tapi karir adalah penghargaan atas ketekunanku terhadap suatu bidang. Karir adalah peningkatan jabatan atas perolehanku.
Kedua, aku mencintai hubungan personal ku. Aku rela mengorbankan semuanya untuk memperoleh kehidupan keluarga yang lebih baik. Aku tahu kelemahanku, karena aku yang menjalani. Aku tak mau lagi lupa sehingga aku jauh dari "keluarga". Keluarga adalah segalanya buatku.
Ketiga, karir adalah bagian dari rejeki, dan karir tidaklah hanya disini. Analisa otakku, buat apa aku memilih karir di lapangan jika kesempatanku justru semakin tertutup untuk melihat dunia luar?. Aku masih ingin berkarya di hidupku sendiri. Bukan di hidup orang lain. Karena pada dasarnya, aku mencintai pekerjaanku, tapi aku masih yakin ini bukan tempatku.


...ini hidupku, aku bertanggungjawab atas hidup pengikutku...
...love your job, not the company...

Tidak ada komentar: